Category Tools

Autobackup Mikrotik : Kirim File Backup Ke Ftp Server Otomatis

Melakukan backup konfigurasi Mikrotik secara rutin dapat mengurangi resiko downtime yang usang alasannya ialah harus konfig ulang router ketika terjadi problem pada router tersebut. Setidaknya jikalau router rusak, atau RouterOS nya corrupt, kita tidak perlu repot-repot lagi ngonfig dari awal. Tinggal restore saja konfigurasi nya dari file backup yang sudah disimpan sebelumnya.
Namun masalahnya kadang kita terlalu malas untuk sekedar melaksanakan backup konfigurasi dan menyimpan nya. Sama malasnya menyerupai saya yang harus me-manage puluhan Router Mikrotik. Capek kalau harus backup konfig satu per satu, hehe :D. 
Sebenarnya pada Tutorial Mikrotik sebelumnya sudah pernah saya bahas ihwal :
Tutorial Mikrotik kali ini merupakan pengembangan dari tutorial tersebut, dimana file backup dan export yang sudah di generate bukan dikirimkan ke Email, namun di upload ke Folder di FTP Server secara otomatis dan terjadwal. Sehingga file backup & export yang di upload ke FTP akan tersusun rapi, gampang ditemukan, dan cepat dapat digunakan. Contoh nya menyerupai ini :
Oke cukup sudah kisah sebelum tidurnya, kebanyakan baca prolog ntar malah jadi ngantuk :p mari kita pribadi saja bahas caranya. Disini kita akan manfaatkan Tool Fetch Mikrotik untuk melaksanakan proses upload file. Selain itu kita juga akan gunakan Script & Scheduler untuk otomasi nya.

Tutorial Cara AutoBackup Mikrotik : Kirim File Backup ke FTP Server Otomatis

1. Pastikan kita punya jalan masuk ke FTP Server untuk menciptakan direktori lokasi upload file backup.
2. Login via Winbox Mikrotik –> Pastikan Mikrotik nya sudah dapat ping ke FTP Server.
3. Buat Script Auto Backup Mikrotik. Masuk ke sajian System –> Scripts –> Tambahkan Script gres –> Beri nama autobackup –> pada kolom Source isikan :

/system backup save name=(“BACKUP” . “-” . [/system identity get name] . “-” .
[:pick [/system clock get date] 4 6] . [:pick [/system clock get date] 0 3] . [:pick [/system clock get date] 7 11]);
/export file=(“BACKUP” . “-” . [/system identity get name] . “-” .
[:pick [/system clock get date] 4 6] . [:pick [/system clock get date] 0 3] . [:pick [/system clock get date] 7 11]);

Contoh nya menyerupai gambar berikut :
Script ini jikalau di run akan men-generate file backup (.backup) dan file export (.rsc) dengan format penamaan yang gampang dikenali.
4. Buat Script lagi untuk proses upload file backup. Disini kita akan buat dua script terpisah untuk proses upload file .backup dan .rsc. Untuk script upload file backup beri nama uploadbackup –> Script source nya sebagai berikut :

:global backupname (“BACKUP” . “-” . [/system identity get name] . “-” .
[:pick [/system clock get date] 4 6] . [:pick [/system clock get date] 0 3] . [:pick [/system clock get date] 7 11] . “.backup”);
/tool fetch address=Alamat.FTP mode=ftp user=Username.FTP password=Password.FTP src-path=$backupname dst-path=”Direktori.FTP/$backupname” upload=yes

Silakan ubah data yang ditandai kuning dengan data Anda sendiri. Contoh nya sebagai berikut :
5. Script ini dibentuk untuk proses upload file export (.rsc) –> Beri nama uploadrsc –> Isikan Source dengan script berikut :
:global backupname (“BACKUP” . “-” . [/system identity get name] . “-” .
[:pick [/system clock get date] 4 6] . [:pick [/system clock get date] 0 3] . [:pick [/system clock get date] 7 11] . “.rsc”);
/tool fetch address=Alamat.FTP mode=ftp user=Username.FTP password=Password.FTP src-path=$backupname dst-path=”Direktori.FTP/$backupname” upload=yes
Contoh nya menyerupai gambar berikut ini :
6. Selanjutnya kita coba Run kedua Script upload tersebut. Coba cek pada folder tujuan upload di FTP Server. Jika konfigurasi script sudah benar, seharusnya akan muncul file .backup dan .rsc menyerupai gambar berikut ini :
Jika belum muncul file backup nya, silakan cek lagi data pada script nya. Pastikan username dan password FTP nya punya hak jalan masuk Permission Read/Write (RW) pada folder tujuan upload. 
7. Sekarang saatnya mambuat penjadwalan, sehingga script tersebut dapat dijalankan secara otomatis dan terjadwal. Kita gunakan Scheduler, masuk ke sajian System –> Scheduler –> buat 3 scheduler  gres untuk masing-masing script yang sudah kita buat.
Disini saya contohkan untuk menciptakan script dijalankan secara otomatis pada 01 Maret 2017 dengan interval 30 hari, jadi script ini akan berjalan mulai tanggal 1 Maret 2017 dan akan jalan otomatis tiap 30 hari.
Pastikan ketiga script tersebut tidak diekseskusi secara otomatis pada waktu yang bersamaan. Dahulukan script autobackup, gres kemudian script uploadbackup dan uploadrsc. Contoh konfigurasi nya silakan lihat gambar berikut :
Nah, kini tinggal konfig Router Mikrotik lainnya untuk auto backup ke FTP Server juga. Gak problem capek konfig di awal, asal kedepanya gak capek tiap bulan ngumpulin file backup satu per satu :D.
Read More

Cara Memakai Tool Fetch Pada Mikrotik

Tool Fetch Mikrotik yaitu salah satu tool pada console/terminal Mikrotik RouterOS yang berfungsi untuk menyalin (copy) file melalui protocol ftp, http, dan https. Tool Fetch ini sanggup melaksanakan copy file dari perangkat lain ke Router Mikrotik (download) maupun copy file dari Router Mikrotik ke perangkat lain (upload). Kaprikornus penggunaanya ibarat mirip wget pada linux, dengan command yang berbeda.
Hingga versi RouterOS 6.38.1, tool fetch mikrotik masih belum ada sajian fetch di GUI nya Winbox. Kaprikornus untuk memakai tool fetch ini kita masih harus mengetikkan command pada terminal Mikrotik. Hal tersebut tidak jadi masalah, alasannya yaitu penggunaan command nya akan kita bahas satu per satu pada Tutorial Mikrotik kali ini sampai gampang untuk dipahami.

Tutorial Cara Menggunakan Tool Fetch pada Mikrotik

Walaupun tool fetch ini hanya berjalan pada console/terminal, namun saya sarankan untuk login memakai Winbox Mikrotik supaya lebih gampang dalam penerapannya.
Buka Terminal Mikrotik. Disini akan saya berikan beberapa pola penerapan tool fetch mikrotik.
1. Contoh penggunaan Tool Fetch Mikrotik untuk download file dari FTP folder Public
Disini akan saya contohkan untuk download file mikrotikindo.rsc dari folder Public/Mikrotik pada FTP. Mengingat folder FTP yang dipakai yaitu Public, sehinga kita tidak perlu memasukkan username dan password FTP pada command fetch mikrotik.
Berikut ini pola command Tool Fetch Mikrotik untuk FTP folder Public :

tool fetch address=ip.address.ftp src-path=direktori.file.ftp mode=ftp dst-path=direktori.tujuan port=21 keep-result=yes

Silakan ganti goresan pena yang ditandai kuning sesuai data Anda. Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut :
Pada gambar di atas, parameter status : finished, artinya file di ftp tersebut sudah berhasil di download ke Router Mikrotik. Kita sanggup lihat file hasil download nya pada sajian Files :
2. Contoh Penggunaan Tool Fetch Mikrotik untuk upload file dari Mikrotik ke FTP folder Public
Untuk melaksanakan upload file ke FTP folder Public, command nya sebagai berikut :

tool fetch address=ip.address.ftp src-path=direktori.file.router mode=ftp  port=21 upload=yes

Untuk lebih jelasnya sanggup lihat pola gambar berikut ini :
Setelah proses upload simpulan yang ditandai dengan parameter status : finished, coba cek folder FTP nya apakah file yang di upload sudah berhasil masuk.
3. Contoh Penggunaan Tool Fetch Mikrotik untuk download file dari FTP folder non Public
Contoh kali ini ibarat mirip pola nomor 1, bedanya folder/direktori FTP yang dipakai bukan folder publik namun folder lain yang perlu username dan password tertentu untuk download dan upload file nya. Contoh kali ini juga sanggup diterakan pada FTP yang tidak ada folder public dan memang harus memasukkan username dan password untuk login nya.
Saya contohkan download file dari FTP pada direktori MikrotikIndo dengan nama file winbox.exe
Berikut ini pola command Tool Fetch Mikrotik untuk FTP dengan username & password :

tool fetch address=ip.address.ftp src-path=direktori.file.ftp mode=ftp port=21 user=user.ftp password=password.ftp

Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar berikut :

Hasil nya sebagai berikut : 


4. Contoh Penggunaan Tool Fetch Mikrotik untuk Download file dari Website
Pada Contoh kali ini ada 4 metode yang akan saya contohkan untuk download file dari website memakai Tool Fetch Mikrotik. Karena untuk melaksanakan fetch download dari website kita sanggup memakai beberapa parameter yang berbeda, yaitu address, host, dan url. Selain itu juga akan saya contohkan download file dari website dengan enkripsi SSL/HTTPS.

4.1. Penggunaan Parameter Address pada Tool Fetch Mikrotik untuk Download File dari Website (http)

Parameter address pada tool fetch Mikrotik sanggup diisi dengan IP Address maupun domain website tertentu. Untuk sanggup melakuan download dari website http, maka pada parameter mode diisi dengan mode=http. Contoh penggunaan nya :

tool fetch address=ixp.mikrotik.co.id src-path=/download/nice.rsc mode=http

 

4.2. Penggunaan Parameter Address dan Host pada Tool Fetch Mikrotik untuk Download File dari Website (http)

Pada beberapa kasus, ada website yang tidak sanggup di fetch dengan parameter address saja, alasannya yaitu lokasi website nya ada di host tertentu di dalam ip address website tersebut. Untuk mengatasinya, sanggup tambahkan parameter host. Contoh penggunaan nya :

tool fetch address=rizkyagung.net host=rizkyagung.net src-path=winbox.exe dst-path= winbox.exe mode=http 

4.3. Penggunaan Parameter Url pada Tool Fetch Mikrotik untuk Download File dari Website (http)

Untuk penggunaan tool fetch pada 2 pola sebelumnya saya rasa terlalu ribet ya. Agar lebih simple, kita sanggup gunakan parameter url. Syaratnya kita harus tau url full path file yang mau di fetch. Contoh penggunaan nya sebagai berikut :

tool fetch url=”http://rizkyagung.net/winbox.exe” mode=http

 

4.4. Penggunaan Parameter Url pada Tool Fetch Mikrotik untuk Download File dari Website (https)

Bagaimana kalau website nya memakai enkripsi https? Tetap sanggup kok, caranya dengan memakai mode=https. Contoh nya :

tool fetch url=”https://download2.mikrotik.com/routeros/winbox/3.11/winbox.exe” mode=https


Cukup sekian dulu ya pembahasan perihal Tool Fetch Mikrotik nya. Pada artikel selanjutnya akan saya share penerapan Tool Fetch untuk melaksanakan backup & export konfigurasi Mikrotik scara otomatis ke FTP Server.
Read More

Cara Memakai Tool Ip Scan Pada Mikrotik

Tool IP Scan pada Mikrotik berfungsi untuk melaksanakan scanning (pemindaian) perangkat jaringan yang berbasis IP pada Mikrotik. Tool IP Scan ini bisa melaksanakan scan pada network dengan berberapa cara, yakni dengan memakai IP Prefix, IP Range, maupun menurut Interface nya. 
Contoh kasus, aku punya banyak perangkat yang terhubung ke jaringan, tapi aku gak tau perangkat mana saja yang online. Saya juga gak tau IP berapa saja yang masih online. Masa iya harus ping IP address nya satu per satu agar tau perangkat nya online apa tidak, capek deh..

Nah, untuk mengetahuinya, aku bisa gunakan Tool IP Scan untuk melaksanakan scan IP pada network. Hasilnya akan diketahui IP berapa saja yang online beserta perangkat nya (berdasarkan SNMP name dan Netbios name). 

Pusing ya? Langsung praktek aja yuk agar paham.

Tutorial Cara  Menggunakan Tool IP Scan pada Mikrotik via Winbox

1. Silakan login ke Mikrotik mengunakan Winbox Mikrotik

2. Masuk ke sajian Tools –> IP Scan

3. Ada 2 opsi yang bisa kita gunakan untuk melaksanakan scan, ialah menurut Interface dan/atau IP address.

4. Berikut pola penggunaan IP Scan dengan scanning via Interface ether1

5. Berikut pola penggunaan IP Scan dengan scanning via IP address prefix : 172.19.1.0/26

6. Contoh Penggunaan IP Scan Mikrotik dengan scanning menurut IP address range : 172.19.2.2-172.19.2.20

7. Contoh penggunaan Tool IP Scan Mikrotik dengan scanning menurut adonan interface dan IP address nya :

Gimana sudah paham? Gampang kan? Intinya kita bisa mencari tau perangkat apa saja yang terkoneksi di jaringan dan berapa IP Address nya dengan mudah, pribadi dari tool Mikrotik. Tool IP Scan ini cukup mempunyai kegunaan untuk traubleshooting jaringan dan mitigasi gangguan.
Read More

Tool Bandwidth Test Mikrotik Dan Cara Penggunaannya

Mikrotik Bandwidth Test yaitu salah satu fitur di Mikrotik yang bisa kita gunakan untuk mengukur besarnya kapasitas bandwidth perangkat Mikrotik. Intinya Mikrotik Bandwidth Test ini berfungsi untuk test bandwidth di Mikrotik.
Bandwidth test mikrotik sanggup dipakai untuk mengukur throughput ke router MikroTik lain (baik kabel atau nirkabel), sehingga sanggup diketahui berapa besar kapasitas bandwidth antar perangkat Mikrotik tersebut.

Cara Kerja Bandwidth Test Mikrotik

Mikrotik Bandwidth Test akan men-generate traffic yang kemudian akan dikirimkan ke perangkat lain melalui sebuah jalur koneksi. Proses ini biasa disebut dengan Bandwidth test. Sebuah proses Bandwidth test terdiri dari Bandwidth test server dan Bandwidth test client. Semua versi RouterOS Mikrotik bisa dipakai sebagai Bandwidth Test server maupun Bandwidth test client.
Selain sanggup dipakai antar router Mikrotik, bandwidth test mikrotik ini juga bisa dipakai oleh PC/laptop untuk mengukur bandwidth ke mikrotik. Hal ini berkhasiat ketika kita ingin mengetahui seberapa besar kapasitas bandwidth dari link yang dipakai dari client ke router Mikrotik.
Misalnya, dipakai pada jaringan RT/RW net untuk mengukur bandwidth dari pelanggan ke router Mikrotik memakai wifi, jadi kita tau apakah alokasi bandwidth yang sudah kita setting di mikrotik memang benar apa tidak. Jika hasil bandwidth test nya tidak sesuai dengan setingan, berarti perlu ada pengecekan lagi di setinggan atau ada duduk masalah pada jaringan wireless nya.
Itu sedikit citra awal wacana Bandwidth Test Mikrotik. Selanjutnya akan kita bahas Cara Menggunakan Bandwidth Test Mikrotik. Bandwidth test mikrotik terdiri dari dua bagian, yaitu Bandwidth Test Server dan Bandwidth Test Client.
Bandwidth Test Server dan Client di Mikrotik

Bandwidth Test Server Mikrotik

Pada RouterOS Mikrotik, fitur Bandwidth test server ini dikenal dengan BTest Server. Kita bisa megakses sajian nya dari Winbox pada sajian Tools –> BTest Server, atau pada terminal di /tool btest server.
 Mikrotik Bandwidth Test yaitu salah satu fitur di Mikrotik yang bisa kita gunakan untuk  Tool Bandwidth Test Mikrotik dan Cara Penggunaannya
Settingan orisinil nya (default) sajian BTest Server ini sudah aktif, dan bisa pribadi digunakna. Makara kita sudah tidak perlu lagi mengaktifkan fitur btest server nya kecuali sebelumnya sudah di non-aktifkan.
Kita juga bisa melaksanakan pengaturan sendiri pada Bandwidth Test Server Mikrotik tersebut. Pengaturan ini bisa dilakukan pada sajian /tool btest server. Terdapat beberapa parameter yang bisa digunakan.
1. Enabled : dipakai untuk mengaktifkan bandwidth test server pada router. Jika posisi enabled=no (disable) atau tidak dicentang (uncheck) maka tidak bisa dilakukan bandwidth test terhadap router tersebut.
2. Authenticate : Sebagai pengatur derma autentikasi untuk Bandwidth test client.
– Authenticate:yes (check), untuk bisa melaksanakan bandwidth test, Bandwidth Test Client harus memasukkan username dan password sesuai dengan yang dipakai untuk melaksanakan remote config Router Btest Server.
– Authenticate:no (uncheck), Bandwidth Test Client tidak perlu memasukkan username dan password untuk melaksanakan bandwidth test.
3. Max session : dipakai untuk mengatur limitasi berapa Max session/koneksi bandwidth test yang berlangsung bersamaan.

Bandwidth Test Client Mikrotik

Untuk melaksanakan bandwidth test ke mikroik lain, disediakan tool Bandwidth Test Client pada Mikrotik. Kita bisa mengaksesnya pada sajian Tools –> Bandwidth Test atau command pada terminal /tool bandwidth test
 Mikrotik Bandwidth Test yaitu salah satu fitur di Mikrotik yang bisa kita gunakan untuk  Tool Bandwidth Test Mikrotik dan Cara Penggunaannya
Pada bandwidth test client mikrotik ini ada beberapa parameter yang bisa kita atur dalam melaksanakan test bandwidth mikrotik.
1. Test To : dipakai untuk menunjuk alamat IP Router bandwidth test server.
2. Protocol : protocol yang akan dipakai dalam bandwidth test pada parameter protocol (tcp/udp)
3. Direction : dipakai untuk memilih arah traffic. Terdapat 3 pilihan arah traffic yang akan digenerate :
– Upload (send)
– Download (receive)
– Upload dan download (both)
4. Local Tx Speed dan Remote Tx Speed : dipakai untuk memilih kecepatan transfer ketika bandwidth test. Satuan bps (bit per second).
5. Username dan password : Sesuaikan dengan pengaturan Router BTest Server. Jika pada Router Btest server parameter authenticate:yes maka masukkan username dan password yg dipakai untuk remote Router Mikrotik.

Cara Menggunakan Bandwidth Test Mikrotik

Untuk sanggup memakai bandwidth test mikrotik, pastikan Mikrotik yang dijadikan sebagai btest server dan client nya sudah bisa berkomunikasi memakai ip address. Coba test ping dulu antar mikrotik nya, pastikan sudah bisa. Selanjutnya kita coba bandwidth test antar perangkat mikrotik.
 Mikrotik Bandwidth Test yaitu salah satu fitur di Mikrotik yang bisa kita gunakan untuk  Tool Bandwidth Test Mikrotik dan Cara Penggunaannya
Isikan parameter Test to dengan IP Address Btest Server, Pilih tipe protocol dan direction nya. Jangan lupa isikan username dan password Router Mikrotik lawan (BTest Server). Parameter Local Tx Speed dan Remote Tx Speed bisa diisi dengan berapa besar traffic yang akan digenerate untuk mengukur kapasitas Bandwidth nya. 
Jika paremeter ini tidak diisi, maka bandwidth test akan generate traffic dengan kecepatan maksimal sesuai dengan nilai local dan Remote Tx speed link nya.
Sedangkan bila nilai keduanya tidak ditentukan maka router akan mencoba men-generate traffic hingga batas kemampuan perangkat atau maksimal traffic yang bisa dilewatkan pada link tersebut.
Berikut beberapa pola hasil bandwidth test antar router Mikrotik dengan link 1000 Mbps (1Gbps)
 Mikrotik Bandwidth Test yaitu salah satu fitur di Mikrotik yang bisa kita gunakan untuk  Tool Bandwidth Test Mikrotik dan Cara Penggunaannya
Yang perlu diperhatikan pada penggunaan Bandwidth Test Mikrotik ini yaitu bandwidth test ini memakan banyak resource, terutama resource CPU. 
 Mikrotik Bandwidth Test yaitu salah satu fitur di Mikrotik yang bisa kita gunakan untuk  Tool Bandwidth Test Mikrotik dan Cara Penggunaannya
Menurut Wiki Mikrotik, Bandwidth test mikrotik ini memakai hanya satu core CPU, dan hasil test nya akan mencapai maksimal kalau resource CPU nya sudah mencapai 100%. Bisa dilihat pada gambar di atas, saya coba tes Router Mikrotik RB1100 via link 1Gbps. Hasil tes bandwidth nya hanya mencapai 818,7 Mbps, tidak hingga maksimal alasannya CPU load nya sudah mentok 100%.
 Mikrotik Bandwidth Test yaitu salah satu fitur di Mikrotik yang bisa kita gunakan untuk  Tool Bandwidth Test Mikrotik dan Cara Penggunaannya
Contoh lain saya coba pada Mikrotik CRS125-24-1S dengan link 1Gbps juga sama, namun pada gambar di atas CPU usage nya tidak hingga maksimal hanya mencapai 69%, tapi kenapa hasil test nya tidak hingga maksimal 1 Gbps?
 Mikrotik Bandwidth Test yaitu salah satu fitur di Mikrotik yang bisa kita gunakan untuk  Tool Bandwidth Test Mikrotik dan Cara Penggunaannya
Jawabannya alasannya router lawan resource CPU nya sudah mentok di 100%. Makara hasil bandwidth test nya tidak maksimal. Perlu diingat bahwa tidak semua tipe Mikrotik bisa menghandle traffic generate 1Gbps, jadi perlu dicek juga resource CPU mikrotiknya ketika kita coba bandwidth test.
 Mikrotik Bandwidth Test yaitu salah satu fitur di Mikrotik yang bisa kita gunakan untuk  Tool Bandwidth Test Mikrotik dan Cara Penggunaannya
Oleh alasannya itu, disarankan biar tidak melaksanakan beberapa bandwidth test ke satu mikrotik bersamaan. Untuk membatasi berapa banyak session yang bisa dipakai untuk bandwidth test dalam waktu bersamaan kita bisa memanfaatkan parameter Max Session. Jika kita set max session=2 maka jumlah sesi/koneksi bandwidth test yang bisa berjalan bersamaan hanya 2 koneksi.

Bandwidth Test Mikrotik dari Client (PC/Laptop)

Selain bandwidth test antar perangkat Mikrotik, kita juga bisa melaksanakan bandwidth test pribadi dari PC/laptop memakai aplikasi btest.exe yang bisa diunduh di laman download mikrotik.com. Silakan download aplikasi btest.exe dulu, buka aplikasinya dan isikan parameter yang sama ibarat ketika test antar router. 
Contohnya, saya coba bandwidth test dari laptop ke Mikrotik RB 951UI-2HnD via link Wireless N 150 Mbps. Hasil test nya sebagai berikut :
 Mikrotik Bandwidth Test yaitu salah satu fitur di Mikrotik yang bisa kita gunakan untuk  Tool Bandwidth Test Mikrotik dan Cara Penggunaannya
Anda bisa coba cek bandwidth Mikrotik dengan skenario Anda sendiri. Bisa dicoba antar Mikrotik, atau bila mikroitk nya hanya ada satu, anda bisa gunakan PC/Laptop untuk melaksanakan bandwidth test ini.
Read More

Cara Menjalankan Winbox Mikrotik Di Linux Mint, Ubuntu, Dll

Bagaimana cara menjalankan Aplikasi Winbox Mikrotik di Linux? Pertanyaan itu mungkin pernah mencuat di benak anda pengguna open surce terutama Linux. Seperti yang kita tau winbox yakni aplikasi yang berfungsi untuk melaksanakan konfigurasi pada sistem operasi jaringan RouterOS Mikrotik dimana aplikasi Winbox ini berjalan pada OS Windows. Terus gimana caranya supaya winbox sanggup berjalan di Linux? Nah, kali ini kita akan membahas pertanyaan tersebut.

cara menjalankan Aplikasi Winbox Mikrotik di Linux Cara Menjalankan Winbox Mikrotik di Linux Mint, Ubuntu, dll
Menjalankan Winbox Mikrotik di Linux Mint
Winbox Mikrotik sanggup dijalankan pada sistem operasi Linux, menyerupai Ubuntu, Linux Mint, Debian, dan distro linux lainnya. Cara menjalankan winbox Mikrotik di Ubuntu dan Linux Mint cukup mudah. Caranya sama saja, yaitu dengan memakai aplikasi Windows Emulator atau sering disebut wine. Dengan memakai wine kita sanggup menjalankan aplikasi windows di Linux. 

Instalasi Wine

Silakan install wine dulu pada linux anda masing-masing. Anda sanggup melihat cara install wine disini. Berikut ini aku pandu untuk instalasi Wine pada Linux Mint dan Ubuntu. Dalam hal ini aku memakai Linux Mint 18,1 codename “Serena”.
1. Buka Terminal.
2. Tambahkan repository wine melalui perintah berikut :

sudo add-apt-repository ppa:ubuntu-wine/ppa

3. Update repository

sudo apt-get update

4. Download dan Install Wine

sudo apt-get install wine

5. Silakan tunggu sampai proses instalasi selesai. Proses ini agak lama, tergantung koneksi internet anda, alasannya yakni akan beberapa kali download installer.

Download Winbox

Setelah Wine tamat diinstall, silakan download winbox mikrotik untuk linux terbaru dari Mikrotik. Caranya buka web browser, masuk ke web nya mikrotik dan cari link download winbox nya, sama menyerupai yang sudah aku tuliskan disini : Download Winbox Mikrotik versi Terbaru
Nah, hasil download nya berupa file winbox.exe ada di dalam folder Downloads. Silakan buka File Manager, masuk ke folder Downloads. Buka file winbox.exe dengan cara klik 2x.
cara menjalankan Aplikasi Winbox Mikrotik di Linux Cara Menjalankan Winbox Mikrotik di Linux Mint, Ubuntu, dll
Download Winbox Mikrotik di Linux
Jika Aplikasi Wine sudah berhasil terinstall dengan baik sebelumnya, maka saat file winbox.exe dibuka akan muncul jendela Winbox Mikrotik.
cara menjalankan Aplikasi Winbox Mikrotik di Linux Cara Menjalankan Winbox Mikrotik di Linux Mint, Ubuntu, dll
Remote Mikrotik di Linux Menggunakan Winbox
Mikrotik Winbox loader akan muncul menyerupai paga gambar di atas. Tinggal isikan IP address, dan login detail nya dan klik connect. Tampilan Winbox pada Linux nya menyerupai pada gambar berikut ini :
cara menjalankan Aplikasi Winbox Mikrotik di Linux Cara Menjalankan Winbox Mikrotik di Linux Mint, Ubuntu, dll
Winbox Mikrotik berjalan di Linux Mint
Winbox Mikrotik aku jalankan pada Linux Mint 18.1 sanggup bekerja dengan baik dan berjalan lancar. Silakan anda coba memakai Winbox Mikrotik pada Linux anda masing-masing.
Read More