Category Virtual

Tutorial Cara Berguru Mikrotik Tanpa Routerboard Dengan Vmware

Tutorial Cara Belajar Mikrotik tanpa RouterBoard dengan VMWareBagi anda yang ingin belajar Mikrotik tapi tidak punya Router Board nya ga usah kuatir, alasannya ialah kita masih bisa Tutorial Cara Instalasi Mikrotik RouterOS). Namun kali ini kita akan install tanpa PC bekas embel-embel yaitu dengan menjalankan memakai Virtual Machine ibarat VMWare Player, VMware Workstation, Virtual Box, dll.
download disini (Udah termasuk lisensi level 6. Mohon gunakan HANYA UNTUK TUJUAN BELAJAR SAJA!)
2. Jalankan ISO Mikrotik nya di Virtual Machine. Dalam hal ini aku memakai VMWare Workstation. Ketika menciptakan Harddisk gres di VM nya kasih space kecil aja misal 200MB, alasannya ialah Mikrotik ini ga butuh space banyak kok. Biar Harddisk kalian ga cepet abis 😉
3. Pada VM nya masuk ke settings, rubah Network Adapter nya ke custom VMNet1. Untuk yang pake VM lain macam Virtual Box silakan menyesuaikan aja ya.

Demikianlah artikel Tutorial Cara Belajar Mikrotik tanpa RouterBoard dengan VMWare yang aku repost dari web aku rizkyagung.net. Selamat mencoba dan supaya bermanfaat 🙂

Read More

Tutorial Cara Share Koneksi Wireless Di Mikrotik Yang Hanya Punya 1 Interface Wireless

Di suatu dikala Anda ingin membagikan koneksi internet yang Anda sanggup dari interface wireless di Mikrotik Routerboard anda sedangkan routerboard anda hanya mempunyai 1 interface wireless. Dimana interface wireless anda tersebut dijadikan sebagai akseptor koneksi Internet (Station) yang tidak memungkinkan Anda membuatkan koneksi internet tersebut lewat interface wireless ini pula. Disaat menyerupai ini Anda sanggup memanfaatkan interface Vitual Access Point Mikrotik yang biasa disebut (VAP). Dengan adanya interface VAP ini anda sanggup menambah interface wireless dengan menginduk ke interface master yaitu wlan 1. Yang nantinya interface VAP inilah yang akan membuatkan koneksi internet lewat Wireless pula. Dibawah ini ialah tutorial cara setingnya…
Buka Winbox Mikrotik kemudian masuk ke interface wireless dan setting wireless menjadi mode station ubah security profile yang nantinya sebagai authentikasi keamanan kemudian lakukan scan ke sasaran access point yang akan menjadi sumber koneksi internet.

Ingat menyerupai pada gambar diatas mode harus station dan masukan security profile sebagai authentikasi keamanan. Jika sumber wifi yang akan dikoneksikan tidak memakai autentikasi (Open) maka tidak perlu dipakai security profile. Lalu lakukanlah scan.

Jika sudah klik tombol Apply dan Ok.! ;), hingga interface wireless menjadi (R)

R ialah tanda bahwa sudah terkoneksi dengan si sasaran AP. Selanjunya kita akan meminta ip dhcp client dari sasaran ap. Dengan mengunakan DHCP CLIENT. IP> DHCP CLIENT> ADD

Klik Apply –> OK. tungu hingga Bound..

Lalu konfigurasikan NAT (Network address translation) yang mempunyai kegunaan untuk membungkus ip private ke dalam ip publik untuk alasan keamanan. Masuk sajian IP –> FIREWALL –> NAT –> ADD

Setting Chain: srcnat dan Out Interface: Wlan1

Lalu pindah ke tab Action dan pilih actionnya: Masquirade

Kenapa actionnya masquirade alasannya Masquirade ialah action untuk konfigurasi NAT OK.! kemudian Apply dan OK.

Baru sehabis konfigurasi di atas kita sanggup eksklusif konfigurasi VAP (Virtual Access Point).

Masuk ke interface Wireless lagi tambah interface Virtual.

Lalu setting Mode: AP Bridge dan Master Interface: Wlan 1 dan masukan security profilenya sebagai authentikasi pemasukan kedalam Access Point anda dan jangan lupa SSID nya OK..

Selesai sudah kita menciptakan Virtual Access Point. Tes pengujiannya jikalau sudah berhasil akan muncul SSID wireless kita pada tampilan Wifi di laptop atau perangkat lainnya dengan hasil Connected atau terdapat koneksi internet. Seperti pada gambar dibawah

Setelah ini anda sanggup membuatkan koneksi internet yang didapat dari wireless anda dan anda sebarkan pula lewat wireless.. OK Selamat Mencoba
by Arief Sofyan, Sekolah Menengah kejuruan Madinatulquran.

Read More

Cara Install Mikrotik Di Virtual Private Server (Vps)

Virtual Private Server (VPS) ialah suatu Server yang dibagi menjadi beberapa Virtual Machines (VM) dimana setiap VM merupakan Virtual Server yang sanggup di install sistem operasi tersendiri. 
Misalnya menyerupai PC/Laptop kita yang diinstal VMWare atau VirtualBox untuk menjalankan OS tertentu. Disini tentunya kita sanggup menciptakan beberapa VM untuk menjalankan OS yang kita inginkan.
Nah, VPS yang dimaksud ialah VPS cloud yang sudah terhubung ke jaringan internet. Untuk menggunakannya kita sanggup menyewa VPS yang disediakan oleh banyak sekali vendor hosting server. Disini saya memakai VPS dari Digital Ocean dengan menyewa Virtual Server di Singapore.
Untuk apa install Mikrotik di VPS? Ada beberapa kegunaan mikrotik yang sanggup kita manfaatkan alasannya Mikrotik nya akan memiliki IP Publik, contohnya dipakai sebagai VPN Server, Proxy Server, atau hanya sekedar untuk ngelab saja. Makara ini merupakan salah satu cara mendapatkan IP Publik pada Mikrotik :D.
Oke, eksklusif saja kita simak Tutorial Mikrotik berikut :

Tutorial Cara Install Mikrotik di Virtual Private Server (VPS)

1. Silakan Login atau Daftar dulu ke Digital Ocean disini
Setelah daftar dari link tersebut, Anda akan mendapatkan credit Gratis $10, yang nantinya sanggup dipakai untuk menyewa VPS nya. Lumayan kan dapet gratisan, hehe

2. Setelah login ke DO, buat Droplet gres –> Klik Create Droplet
2. Pilih Image Ubuntu 16.04 x64. Kenapa tidak eksklusif pakai image Mikrotik saja? DO tidak mengijinkan kita untuk install Image selain yang disediakan olehnya. Makara kita pakai Ubuntu saja untuk nantinya kita install Mikrotik Cloud Hosted Router (CHR).
3. Pilih Size (ukuran) dari VPS nya. Pilih yang paling murah saja yang $5/bulan. Bisa pakai 2 bulan GRATIS dengan free credit $10 tadi.
4. Pilih Datacenter dari VPS yang akan digunakan. Silakan pilih yang terdekat saja biar ping nya anggun dan hop nya gak terlalu panjang. Disini saya contohkan pakai Server di Singapore.
5. Isikan hostname dari VPS Anda. Terserah mau dikasih nama apa. Default aja juga gak masalah. Kemudian Klik Create.
6. Tunggu beberapa dikala sampai proses pembuatan VPS nya selesai. Jika sudah tamat maka akan muncul goresan pena You’re Awesome! pada kolom Created di sajian Droplets. Silakan susukan ke console VPS nya melalui sajian More –> Access Console.
7. Selain itu kita juga akan mendapatkan email dari DO wacana detail server tersebut.
8. Karena penggunaan Console DO nya agak susah, saya sarankan untuk remote console VPS nya via SSH PuTTY. Silakan download aplikasi PuTTY dan buka aplikasinya.
Pada kolom Hostname (or IP address) masukkan IP adress VPS nya –> Port 22 –> Klik Open.
9. Login dengan user : root dan password yang ada di email tadi. Kemudian kita akan diminta untuk mengganti password default nya. Silakan ganti passwordnya sesuai harapan Anda.
10. Setelah ganti password, kita mulai menciptakan Ubuntu nya menjadi Mikrotik Cloud Hosted Router (CHR). Silakan copy dan paste code berikut ke PuTTY :

wget https://download2.mikrotik.com/routeros/6.38.3/chr-6.38.3.img.zip -O chr.img.zip  &&
gunzip -c chr.img.zip > chr.img  &&
mount -o loop,offset=33554944 chr.img /mnt &&
ADDRESS=`ip addr show eth0 | grep global | cut -d’ ‘ -f 6 | head -n 1` &&
GATEWAY=`ip route list | grep default | cut -d’ ‘ -f 3` &&
echo “/ip address add address=$ADDRESS interface=[/interface ethernet find where name=ether1]
/ip route add gateway=$GATEWAY
 ” > /mnt/rw/autorun.scr &&
umount /mnt &&
echo u > /proc/sysrq-trigger &&
dd if=chr.img bs=1024 of=/dev/vda

Cara Paste di PuTTY dengan klik kanan –> kemudian tekan Enter.
Tunggu sampai proses download image Mikrotik CHR nya selesai. Setelah tamat script nya akan menjalankan proses mounting dan instalasi CHR nya.
11. Jika sudah selesai, masuk ke akun Digital Ocean nya lagi –> Matikan VM nya.
12. Nyalakan kembali VM nya dengan menekan tombol Switch On.
13. Sekarang kita coba remote lagi VPS nya via console SSH pada PuTTY. 
Login nya pakai user : admin, passwordnya kosong (tanpa password).
Tadaa!! Ubuntu nya sudah menjelma Mikrotik 😀
14. Nah, Mikrotik nya sudah tamat diinstall nih. Kita juga sanggup remote Mikrotik nya via Winbox. Tinggal buka Winbox Mikrotik nya Connect to masukkan IP Address VPS nya –> Masukkan User dan Password nya.
Selesai sudah, kita sudah berhasil menginstall Mikrotik Cloud Hosted Router (CHR) di Virtual Private Server (VPS) Digital Ocean. Selanjutnya silakan mau dibentuk apa Mikrotik nya. Yang perlu diperhatikan adalah, alasannya Mikrotik CHR ini yang versi gratisan, maka pada interface eth nya hanya support bandwidth 1 Mbps saja.
Read More

Mengenal Jenis Dan Tipe Vpn Di Mikrotik

Virtual Private Network (VPN) yakni suatu metode untuk mengkoneksikan antar node jaringan dengan cara memanfaatkan koneksi Internet (Jaringan Publik/WAN) dan menggunakan protokol yang terenkripsi sehingga lebih aman. VPN merupakan salah satu solusi jitu untuk menghubungkan beberapa lokasi yang berjauhan dengan gampang memanfaatkan koneksi Internet masing-masing lokasi. 
Contoh penerapannya yakni dikala Anda mengelola jaringan untuk beberapa kantor di lokasi yang berbeda dan berjauhan satu sama lainnya. Untuk menghubungkan keselruhan kantor tersebut menggunakan link fisik tentu akan membutuhkan biaya yang besar. Nah, dengan menggunakan VPN kita sanggup membangun sebuah link antar kantor dengan memanfaatkan jaringan internet yang sudah ada. Link yang terbentuk dilengkap dengan enkripsi sehingga meminimalisir kemungkinan data akan diakses oleh orang yang tidak bertanggung jawab. 
 yakni suatu metode untuk mengkoneksikan antar node jaringan dengan cara memanfaatkan kon Mengenal Jenis dan Tipe VPN di Mikrotik
Menu Pada RouterOS Mikrotik untuk Mengaktifkan VPN di Mikrotik
VPN pada Mikrotik support beberapa metode, ibarat : PPTP, L2TP, SSTP, dan OpenVPN. Dengan adanya beberapa opsi ini, kita perlu menentukan tipe VPN yang cocok untuk jaringan kita. Secara umum semua type tersebut mempunyai fungsi yg sama. Yang membedakan yakni autentikasi dan enkripsi yg digunakan. 
Pembahasan pengertian VPN, cara kerja VPN, Kelebihan dan kekurangan VPN sudah pernah saya bahas disini : Apa itu VPN? Mengenal Prinsip & Cara Kerja VPN 
Pada Tutorial Mikrotik kali ini akan kita bahas satu per satu Jenis dan Tipe VPN di Mikrotik :

PPTP (Point to Point Tunnel Protocol) 

PPTP merupakan salah satu type VPN yang paling sederhana dalam konfigurasi. Selain itu juga fleksibel. Mayoritas operating system sudah support sebagai PPTP Client, baik operating system pada PC ataupun gadget ibarat android. Komunikasi PPTP menggunakan protokol TCP port 1723, dan menggunakan IP Protocol 47/GRE untuk enkapsulasi paket datanya. Pada setting PPTP, kita sanggup menentukan network security protocol yang digunakan untuk proses autentikasi PPTP pada Mikrotik, ibarat pap, chap, mschap dan mschap2. Kemudian sesudah tunnel terbentuk, data yang ditransmisikan akan dienkripsi menggunakan Microsoft Point-to-Point Encryption (MPPE). Proses enskripsi biasanya akan menciptakan ukuran header paket yang ditransmisikan akan bertambah. Jika kita monitoring, traffic yang melewati tunnel PPTP akan mengalami overhead ± 7%.

L2TP (Layer 2 Tunnel Protocol)

L2TP merupakan pengembangan dari PPTP ditambah L2F. Network security Protocol dan enkripsi yang digunakan untuk autentikasi sama dengan PPTP. Akan tetapi untuk melaksanakan komunikasi, L2TP menggunakan UDP port 1701. Biasanya untuk keamaanan yang lebih baik, L2TP dikombinasikan dengan IPSec, menjadi L2TP/IPSec. Contohnya untuk Operating system Windows, secara default OS Windows menggunakan L2TP/IPSec. Akan tetapi, konsekuensinya tentu saja konfigurasi yang harus dilakukan tidak se-simple PPTP. Sisi client pun harus sudah support IPSec dikala menerapkan L2TP/IPSec. Dari segi enkripsi, tentu enkripsi pada L2TP/IPSec mempunyai tingkat sekuritas lebih tinggi daripada PPTP yg menggunakan MPPE. Traffic yang melewati tunnel L2TP akan mengalami overhead ± 12%.

SSTP (Secure Socket Tunneling Protocol)

Untuk membangun VPN dengan metode SSTP diharapkan akta SSL di masing-masing perangkat, kecuali keduanya menggunakan RouterOS. Komunikasi SSTP menggunakan TCP port 443 (SSL), sama hal nya ibarat website yang secure (https). Anda harus memastikan clock sudah sesuai dengan waktu real kalau menggunakan certificate. Manyamakan waktu router dengan real time sanggup dengan fitur NTP Client. Sayangnya belum semua OS Support VPN dengan metode SSTP. Traffic yang melewati tunnel SSTP akan mengalami overhead ± 12%.

OpenVPN

VPN ini Biasa digunakan dikala dibutuhkan keamanan data yg tinggi. Secara default, OpenVPN menggunakan UDP port 1194 dan dibutuhkan certificate pada masing-masing perangkat untuk sanggup terkoneksi. Untuk client compatibility, OpenVPN sanggup dibangun hampir pada semua Operating System dengan derma aplikasi pihak ketiga. OpenVPN menggunakan algoritma sha1 dan md5 untuk proses autentikasi, dan menggunakan beberapa chiper yaitu blowfish128, aes128, aes192 dan aes256. Trafik yang melewati tunnel OpenVPN akan mengalami overhead ± 16%.

Kesimpulan

Perlu diketahui, semakin Anda menginginkan sebuah jaringan yang aman, maka akan semakin kompleks konfigurasi yang perlu diterapkan. Begitu pula dengan pemakaian resource hardware, semakin tinggi enkripsi yang dipakai, pemakaian resource, khususnya cpu juga akan naik.

Kaprikornus kesimpulannya, kalau Anda menginginkan VPN dengan kompatibilitas dan dukungan alat client yg bagus, maka PPTP sanggup jadi pilihan. Selain itu kompatbilitas nya yang tinggi, PPTP VPN juga lebih gampang dalam konfigurasi Mikrotik nya. Tetapi kalau Anda menginginkan sebuah VPN dengan tingkat keamanan yang lebih baik, maka L2TP/IPSec atau OpenVPN lah solusi nya.

Pada kebanyakan OS Windows, secara default menggunakan L2TP/IPSec, sehingga tinggal diseusuaikan pada sisi server. Jika memang alat anda support dan anda menginginkan keamanan yg tinggi pada jalur VPN Anda, L2TP/IPSec sanggup jadi pilihan tepat.

Satu hal yang perlu diperhatikan, pemakaian VPN tidak akan menambah Bandwidth Anda, justru malah sanggup mengecilkan bandwidth anda sebab ada penambahan pada headernya, tergantung dari besar bandwidth langganan Anda.

Demikianlah beberapa Penjelasan Jenis dan Tipe VPN pada Mikrotik. Semoga bermanfaat 🙂
Referensi :
http://www.mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=61
Read More