Category VPN

Cara Install Mikrotik Di Virtual Private Server (Vps)

Virtual Private Server (VPS) ialah suatu Server yang dibagi menjadi beberapa Virtual Machines (VM) dimana setiap VM merupakan Virtual Server yang sanggup di install sistem operasi tersendiri. 
Misalnya menyerupai PC/Laptop kita yang diinstal VMWare atau VirtualBox untuk menjalankan OS tertentu. Disini tentunya kita sanggup menciptakan beberapa VM untuk menjalankan OS yang kita inginkan.
Nah, VPS yang dimaksud ialah VPS cloud yang sudah terhubung ke jaringan internet. Untuk menggunakannya kita sanggup menyewa VPS yang disediakan oleh banyak sekali vendor hosting server. Disini saya memakai VPS dari Digital Ocean dengan menyewa Virtual Server di Singapore.
Untuk apa install Mikrotik di VPS? Ada beberapa kegunaan mikrotik yang sanggup kita manfaatkan alasannya Mikrotik nya akan memiliki IP Publik, contohnya dipakai sebagai VPN Server, Proxy Server, atau hanya sekedar untuk ngelab saja. Makara ini merupakan salah satu cara mendapatkan IP Publik pada Mikrotik :D.
Oke, eksklusif saja kita simak Tutorial Mikrotik berikut :

Tutorial Cara Install Mikrotik di Virtual Private Server (VPS)

1. Silakan Login atau Daftar dulu ke Digital Ocean disini
Setelah daftar dari link tersebut, Anda akan mendapatkan credit Gratis $10, yang nantinya sanggup dipakai untuk menyewa VPS nya. Lumayan kan dapet gratisan, hehe

2. Setelah login ke DO, buat Droplet gres –> Klik Create Droplet
2. Pilih Image Ubuntu 16.04 x64. Kenapa tidak eksklusif pakai image Mikrotik saja? DO tidak mengijinkan kita untuk install Image selain yang disediakan olehnya. Makara kita pakai Ubuntu saja untuk nantinya kita install Mikrotik Cloud Hosted Router (CHR).
3. Pilih Size (ukuran) dari VPS nya. Pilih yang paling murah saja yang $5/bulan. Bisa pakai 2 bulan GRATIS dengan free credit $10 tadi.
4. Pilih Datacenter dari VPS yang akan digunakan. Silakan pilih yang terdekat saja biar ping nya anggun dan hop nya gak terlalu panjang. Disini saya contohkan pakai Server di Singapore.
5. Isikan hostname dari VPS Anda. Terserah mau dikasih nama apa. Default aja juga gak masalah. Kemudian Klik Create.
6. Tunggu beberapa dikala sampai proses pembuatan VPS nya selesai. Jika sudah tamat maka akan muncul goresan pena You’re Awesome! pada kolom Created di sajian Droplets. Silakan susukan ke console VPS nya melalui sajian More –> Access Console.
7. Selain itu kita juga akan mendapatkan email dari DO wacana detail server tersebut.
8. Karena penggunaan Console DO nya agak susah, saya sarankan untuk remote console VPS nya via SSH PuTTY. Silakan download aplikasi PuTTY dan buka aplikasinya.
Pada kolom Hostname (or IP address) masukkan IP adress VPS nya –> Port 22 –> Klik Open.
9. Login dengan user : root dan password yang ada di email tadi. Kemudian kita akan diminta untuk mengganti password default nya. Silakan ganti passwordnya sesuai harapan Anda.
10. Setelah ganti password, kita mulai menciptakan Ubuntu nya menjadi Mikrotik Cloud Hosted Router (CHR). Silakan copy dan paste code berikut ke PuTTY :

wget https://download2.mikrotik.com/routeros/6.38.3/chr-6.38.3.img.zip -O chr.img.zip  &&
gunzip -c chr.img.zip > chr.img  &&
mount -o loop,offset=33554944 chr.img /mnt &&
ADDRESS=`ip addr show eth0 | grep global | cut -d’ ‘ -f 6 | head -n 1` &&
GATEWAY=`ip route list | grep default | cut -d’ ‘ -f 3` &&
echo “/ip address add address=$ADDRESS interface=[/interface ethernet find where name=ether1]
/ip route add gateway=$GATEWAY
 ” > /mnt/rw/autorun.scr &&
umount /mnt &&
echo u > /proc/sysrq-trigger &&
dd if=chr.img bs=1024 of=/dev/vda

Cara Paste di PuTTY dengan klik kanan –> kemudian tekan Enter.
Tunggu sampai proses download image Mikrotik CHR nya selesai. Setelah tamat script nya akan menjalankan proses mounting dan instalasi CHR nya.
11. Jika sudah selesai, masuk ke akun Digital Ocean nya lagi –> Matikan VM nya.
12. Nyalakan kembali VM nya dengan menekan tombol Switch On.
13. Sekarang kita coba remote lagi VPS nya via console SSH pada PuTTY. 
Login nya pakai user : admin, passwordnya kosong (tanpa password).
Tadaa!! Ubuntu nya sudah menjelma Mikrotik 😀
14. Nah, Mikrotik nya sudah tamat diinstall nih. Kita juga sanggup remote Mikrotik nya via Winbox. Tinggal buka Winbox Mikrotik nya Connect to masukkan IP Address VPS nya –> Masukkan User dan Password nya.
Selesai sudah, kita sudah berhasil menginstall Mikrotik Cloud Hosted Router (CHR) di Virtual Private Server (VPS) Digital Ocean. Selanjutnya silakan mau dibentuk apa Mikrotik nya. Yang perlu diperhatikan adalah, alasannya Mikrotik CHR ini yang versi gratisan, maka pada interface eth nya hanya support bandwidth 1 Mbps saja.
Read More

Cara Menciptakan Sstp Vpn Server Di Mikrotik

SSTP (Secure Socket Tunneling Protocol) ialah salah satu bentuk VPN (Virtual Private Network) yang memakai TLS 1.0 channel dan berjalan pada protocol TCP port 443 (SSL). Agar sanggup memakai SSTP dengan keamanan yang optimal, kita harus menambahkan akta SSL untuk koneksi antara Server dan Client. Hal ini menciptakan SSTP VPN lebih kondusif (secure) daripada PPTP VPN.
Namun kalau Server dan Client sama-sama memakai Mikrotik RouterOS versi 5.0beta ke atas, maka tidak memakai akta SSL pun sudah bisa. Penggunaan akta SSL ini diharapkan untuk koneksi ke client non Mikrotik, contohnya memakai PC/Laptop Windows OS.
Pada Tutorial Mikrotik kali ini akan membahas ihwal Bagaimana Cara Membuat SSTP VPN Server di Mikrotik dan mengkoneksikannya ke Client yang juga memakai Mikrotik. Oke, pribadi saja kita mulai.

Cara Membuat SSTP VPN Server di Mikrotik

1. Login ke Mikrotik yang akan dijadikan SSTP VPN Server via Winbox Mikrotik.
2. Aktifkan SSTP VPN Server dengan masuk ke sajian PPP –> tab Interface klik SSTP Server –> Centang opsi Enabled 
3. Perhatikan pada opsi Default Profile. Pilih Profile yang akan digunakan. Disini saya gunakan Profile yang sudah saya buat dengan memanfaatkan IP Pool. Silakan baca caranya disini : 
4. Perhatikan juga pada opsi Authentication. Pilih mschap2 saja, selain itu hilangkan centang nya. Hal ini dilakukan untuk memaksa SSTP Server memakai protokol mschap2 saja pada proses autentikasi nya sehingga lebih secure dan akan memudahkan kita nanti pada dikala set up client windows. Klik OK
5. Buat user SSTP VPN nya. Masuk ke tab Secret dan tambahkan user nya. Jangan lupa gunakan Profile yang sama ibarat pada SSTP Server.
5. Sampai disini SSTP VPN Server Mikrotik sudah berhasil diaktifkan. Selanjutnya kita setting SSTP VPN Client Mikrotik nya

Cara Setting SSTP VPN Client di Mikrotik

1. Login ke Mikotik yang akan dipakai sebagai SSTP VPN Client.
2. Masuk ke sajian PPP –> tab Interface –> Tambahkan Interface SSTP Client –> Isikan data Interface SSTP nya :
  • Connect to : IP Address atau domain name dari SSTP VPN Server nya
  • Port : Pastikan port nya 443
  • Certificate : Karena ini koneksi antar Mikrotik maka tidak perlu memakai certificate SSL (none)
  • User : Masukkan Username yang sudah dibentuk pada SSTP Server
  • Password : Masukkan Password untuk username SSTP nya
  • Profile : Pilih profile default
  • Allow : pilih mschap2
 
3. Selanjutnya kita cek Interface SSTP tersebut apakah sudah sanggup konek ke SSTP Server. Pastikan ada tanda R (Running) pada interface SSTP client nya dan Status : connected.
4. Jika SSTP Client Mikrotik sudah berhasil terkoneksi ke SSTP Server, maka pada sajian PPP –> Interface di SSTP Server akan muncul interface SSTP dinamis gres dengan tanda D (Dynamic)  dan R (Running) serta Status : connected.
Sampai disini antar Mikrotik sudah saling terkoneksi memakai SSTP VPN Tunnel. Untuk Setting SSTP VPN Client pada Windows akan kita bahas pada artikel selanjutnya.
Read More

Cara Setting Sstp Vpn Client Di Windows Memakai Certificate Dari Mikrotik

Setting SSTP VPN Client di Windows lebih rumit daripada setting PPTP VPN Client. Hal ini terjadi sebab penggunaan SSTP VPN yang jauh lebih kondusif (secure) daripada PPTP VPN, dimana koneksi SSTP VPN di Windows ini harus memakai Certificate SSL (Secure Sockets Layer). Lain hal nya dengan PPTP VPN yang tidak perlu repot-repot memakai Certificate SSL, tinggal sedikit setting sudah dapat konek.
Pada Tutorial Mikrotik kali ini akan kita bahas Tutorial Cara Setting SSTP VPN Client di Windows 10 dengan terlebih dahulu menciptakan Certificate SSL dari Perangkat Mikrotik. Sebelum lanjut ke Tutorial ini, pastikan Anda sudah membaca Tutorial Mikrotik sebelumnya perihal :

Membuat Certificate SSL CA, Server, dan Client di Mikrotik

1. Buat Certificate SSL di Mikrotik untuk CA (Certificate Authority). Masuk ke Menu System –> Certificates –> Tambahkan certificate gres dengan detail sebagai berikut :
Yang perlu diperhatikan ialah pada kolom Name dan Common Name (CN)
  • Pada kolom Name isikan CA
  • Pada kolom Common Name isikan IP Address (publik) atau nama domain dari SSTP Server.
  • Untuk kolom lainnya silakan diadaptasi dengan data Anda masing-masing
2.  Buat Certificate SSL untuk Client dan Server. Caranya sama menyerupai langkah pertama, tinggal mengganti Name dan Common Name.

Certificate SSL untuk Client :

Certificate SSL untuk Server :

3. Sign ketiga Certificate SSL tersebut dengan cara klik opsi Sign pada masing-masing certificate.

Sign Certificate SSL CA :

Pada dikala sign, di kolom Certificate pilih CA –> Kolom CA CRL Host isikan IP Address Publik atau domain name SSTP Server nya.

Sign Certificate SSL Client :

Pada dikala sign, di kolom Certificate pilih Client –> kolom CA : pilih CA –> CA CRL Host : kosong

Sign Certificate SSL Server:

Pada dikala sign, di kolom Certificate pilih Server –> kolom CA : pilih CA –> CA CRL Host : kosong
3. Setelah Certificate di Sign, pastikan semuanya sudah sudah ada tanda T yang berarti Trusted. Jika belum, masuk ke certificate nya –> centang Trusted
4. Export Certificate CA dan Client nya. Klik kanan pada Certificate –> pilih opsi Export.
Pilih Certificate yang mau di export (CA dan Client). Pada kolom Export Passphrase kosongi saja –> Klik Export.
5. Hasil Export Certificate nya akan muncul di hidangan Files dengan ekstensi .crt. Copy file Certificate tersebut ke komputer.
6. Paste file Certificate ke salah satu Folder di Komputer. Kemudian Install kedua Certificate nya dengan klik kanan –> Install Certificate

 Ikuti Prosedur Certificate Import Wizard sebagai berikut :

  
 
Lakukan mekanisme import certificate ini untuk Certificate CA dan Client nya.
7.  Kembali ke SSTP VPN Server Mikrotik. Masukkan Certificate CA pada konfigurasi SSTP Server nya. Masuk ke hidangan PPP –> Interface –> SSTP Server –> Pada Kolom Certificate pilih CA dan Authentication pilih mschap2 saja.
  

Setting SSTP VPN Client pada Windows 10

Disini saya coba contohkan setting SSTP Client di Windows 10. Untuk versi Windows lain silakan menyesuaikan.
1. Masuk ke Network and Sharing Center –> pilih Set up a new connection or network
 2. Pilih Connect to a workplace –> Next
3. Jika muncul tampilan menyerupai di bawah ini, pilih No, create a new connection –> Next –> Use my Internet Connection (VPN).
4. Masukkan data SSTP Server nya. 
Internet address : isikan IP Address (Public) atau domain name dari SSTP Server nya
Destination name : Beri nama SSTP VPN nya
Klik Create.
5. VPN Client sudah dibuat. Sekarang kita edit data di VPN Client nya tersebut. 
Pilih VPN type : Secure Socket Tunneling Protocol (SSTP) –> Masukkan username dan password SSTP VPN Client nya nya –> Save.
6. Coba koneksikan SSTP VPN Client nya. Jika berhasil maka akan muncul goresan pena Connected pada SSTP VPN Client Windows nya dan muncul SSTP interface dinamis nya pada SSTP Server.
7. Setelah di Trace IP address komputer nya sudah berkembang menjadi IP Address dari SSTP VPN Server yang ada di Singapore. Hal ini terjadi sebab Mikrotik yang saya jadikan SSTP VPN Server saya install di VPS Digital Ocean dengan lokasi Data Center di Singapore.
Sampai disini kita sudah berhasil Membuat Certificate SSL di Mikrotik dan Setting SSTP VPN Client di Windows 10. Untuk Setting SSTP VPN Client di Mikrotik tidak perlu memakai certificate. Silakan baca di Tutorial Mikrotik sebelumnya :
Semoga Bermanfaat 🙂
Read More

Tutorial Setting L2tp/Ipsec Vpn Server Di Mikrotik

L2TP (Layer 2 Tunneling Protocol) yakni salah satu VPN protocol yang merupakan pengembangan dari PPTP VPN yang ditambahkan L2F (Layer 2 Forwarding) protocol. L2TP sendiri tidak menyediakan enkripsi (encryption) pada traffic yang melewatinya. Nah, untuk menyediakan fitur enkripsi nya, L2TP dipadukan dengan IPsec untuk meningkatkan keamanan dan privasi. 
IPsec yakni abreviasi dari Internet Protocol Security yang merupakan network protocol yang memeberikan autentikasi dan enkripsi paket data yang dikirim melalui jaringan. IPsec memakai kriptografi untuk melindungi komunikasi data yang melewati jaringan Internet Protocol (IP). Hal ini menciptakan penggunaan IPsec akan memperlihatkan tingkat keamanan yang tinggi.
Implementasi L2TP yang memakai IPsec biasa disebut dengan L2TP/IPsec. Dengan tingkat kemanan yang tinggi bukan berarti sulit dan ribet dalam konfigurasinya. Tidak menyerupai setting SSTP VPN yang cukup rumit, Setting L2TP/IPsec VPN Mikrotik hampir sama mudahnya dengan konfigurasi PPTP VPN Mikrotik. Kita dapat memakai L2TP/IPsec VPN pada Mikrotik untuk menciptakan interkoneksi yang kondusif antar lokasi atau antar server dengan client. 
Pada Tutorial Mikrotik kali ini akan kita contohkan penerapan L2TP/IPsec VPN untuk interkoneksi dua lokasi berbeda yang berjauhan dengan memanfaatkan koneksi Internet. Sebut saja interkoneksi dua kantor yang berbeda negara, dimana Kantor sentra ada di Los Angeles (USA) dan Kantor cabang berada di Singapore. Berikut ini gambar topologi interkoneksi nya :
Disini kita akan mengkoneksikan antar Router Mikrotik yang mempunyai IP Publik melalui jaringan Internet dengan memanfaatkan L2TP/IPsec VPN Tunnel. Mari eksklusif saja kita bahas cara setting L2TP Mikrotik nya.

Setting L2TP/IPsec VPN Server Mikrotik

1. Login ke Router Mikrotik yang akan dipakai sebagai L2TP Server.
2. Aktifkan L2TP Server, masuk ke sajian PPP –> tab Interface –> pilih L2TP Server –> Centang Enabled –> Centang Use IPsec –> Masukkan IPsec Secret –> OK
3. Buat user L2TP, masuk ke tab Secrets –> Tambahkan user gres dengan parameter :
  • Name : masukkan username yang diinginkan
  • Password : masukkan password untuk username nya
  • Local Address : IP Address yang akan diberikan ke L2TP Server secara otomatis
  • Remote Address : IP Address yang akan diberikan ke L2TP Client secara otomatis
  • Routes : Bisa diisikan dengan network di Kantor cabang, nantinya akan muncul di tabel routing secara otomatis (dynamic route).
4. Sekarang kita Setting IPsec nya. Masuk ke sajian IP –> IPsec –> tab Proposals –> buka default –> Silakan pilih Authentication Algorithms dan Encryption Algorithms nya –> OK

Setting L2TP/IPsec VPN Client Mikrotik

1. Login ke Router Mikrotik yang akan dijadikan L2TP Client.
2. Masuk ke sajian PPP –> tab Interface –> tambahkan Interface L2TP Client
3. Isikan Parameter Connect To : IP Address Publik / domain name L2TP Server –> Masukkan User dan Password –> Centang Use IPsec –> Isikan IPsec Secret sama menyerupai pada L2TP Server –> OK.
4. Seting IPsec di client, IP –> IPsec –> tab Proposals –> default –> Samakan dengan isi ajuan default di sisi Server.
5. Cek koneksi L2TP/IPsec nya apakah sudak konek. Masuk ke sajian PPP –> Interface –> Pastikan interface nya sudah ada tanda R (Runing) dan pada Status interface nya sudah Connected.
6. Tambahkan static route di sisi Client (kantor cabang) dengan memasukkan network pada sisi Server (kantor pusat) –> IP –> Route 
7. Di sisi kantor sentra tidak perlu ditambahkan static route ke kantor cabang, alasannya dynamic route nya sudah otomatis dibuat.
8. Cek koneksi dari client ke server dengan ping.
Sampai disini kedua lokasi yang berbeda negara dan jarak yang sangat jauh sudah berhasil dikoneksikan dengan L2TP/IPsec VPN Mikrotik yang mempunyai tingkat keamanan tinggi melalui internet.
Perlu diperhatikan bahwa konfigurasi IPsec tidak akan berjalan dengan baik jikalau ada ketidaksesuaian gosip waktu pada client dan server. Kaprikornus pastikan konfigurasi waktu sudah sesuai dan dalam kondisi real time. Untuk memudahkan nya kita dapat gunakan NTP. Silakan baca : Setting NTP Client di Mikrotik.
Read More

Cara Menciptakan Pptp Vpn Server Mikrotik

Point to Point Tunneling Protocol Virtual Private Network (PPTP VPN) yaitu salah satu jenis VPN yang paling gampang dalam konfigurasi nya. PPTP VPN merupakan  jenis VPN yang fleksibel sebab sebagian besar operating system sudah support sebagai PPTP Client, baik operating system pada PC ataupun gadget ibarat android. Untuk lebih mengenal wacana VPN dan jenis-jenis VPN silakan baca artikel mikrotik sebelumnya :
PPTP VPN juga sanggup dipakai pada Mikrotik. Fitur PPTP VPN pada Mikrotik sanggup dipakai sebagai PPTP VPN Server maupun Client, dengan konfigurasi yang cukup mudah. PPTP VPN sanggup dipakai baik untuk koneksi yang melewati Jaringan Internet (IP Publik) maupun Jaringan Intranet (IP Private). Namun penerapan PPTP VPN lebih banyak dipakai pada jaringan internet untuk menghubungkan beberapa node berbeda yang berjauhan lokasi nya.
Oke eksklusif saja kita mulai Tutorial Mikrotik nya. Mari simak bersama pembahasan berikut ini :

Cara Setting PPTP VPN Server Mikrotik

1. Langkah pertama yaitu pastikan paket instalasi PPP sudah ter-install dan aktif. Cek di hidangan System –> Package.
2. Aktifkan fitur PPTP VPN Server Mikrotik. Masuk ke hidangan PPP –> Pada Tab Interface –> Klik PPTP Server –> Centang kotak Enabled –> OK
3. Selanjutnya kita buat User PPTP VPN nya. Masuk ke tab Secret –> Klik Tombol + –> Isikan Data Sebegai Berikut :
  • Name : Username PPTP VPN nya
  • Password : Password PPTP VPN nya
  • Service : Pilih service yang digunakan, sanggup pilih pptp atau pilih any saja.
  • Profile : Pilih profile yang akan digunakan, pilih default-encryption saja.
  • Local Address : IP Address yang akan dipakai oleh PPTP VPN Server
  • Remote Address : IP Address yang akan diberikan kepada PPTP VPN Client
Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar berikut :
Sampai disini setting PPTP VPN Server nya sudah selesai. Sekarang kita tinggal setting untuk PPTP VPN Client nya.

Cara Setting PPTP VPN Client Mikrotik 

Untuk Setting PPTP VPN Client pada Mikrotik sudah pernah aku bahas disini :

Cara Setting PPTP VPN Client Windows 10

Setting PPTP VPN Client pada Windows 10 cukup mudah. Caranya sebagai berikut :
1. Klik tombol notification yang ada di pojok kanan bawah pada taskbar –> Klik hidangan VPN
Atau sanggup dengan klik hidangan Search di kiri bawah pada taskbar, ketikkan VPN –> pilih Change Virtual Private Network (VPN).
2. Tambahkan VPN Baru dengan klik pada hidangan Add a VPN Connection
3. Kemudian Isikan Data VPN Server yang sudah kita buat sebelumnya :
  • VPN Provider  : Pilih Windows (built-in)
  • Connection Name : Beri nama koneksi VPN nya
  • Server name or address : Alamat domain atau IP dari PPTP VPN Server nya
  • VPN Type : Bisa pilih Automatic atau eksklusif pilih PPTP
  • Type of sign-in gosip : pilih User name and Password
  • User name : masukkan username yang sudah dibentuk pada PPTP VPN Server
  • Password : masukkan password PPTP VPN nya
  • Centang Remember my sign-in info
  • Klik Save
Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar berikut ini :
4. Coba koneksikan PPTP VPN gres nya. Klik pada nama PPTP VPN Baru –> Klik Connect
5. Jika konfigurasi nya sudah benar, maka sehabis di klik connect akan muncul status Connected ibarat pada gambar berikut ini :
6. Jika sudah sukses, kita sanggup cek detail koneksi nya di hidangan Network and Sharing Center. IP yang didapatkan oleh Client sudah benar ibarat setingan Remote Address pada PPTP VPN Server sebelumnya.
7. Sekarang coba ping via cmd atau akes IP Local Address nya via browser. Jika ping sudah reply atau muncul halaman login mikrotik nya pada web browser berarti koneksi ke PPTP VPN Server sudah berhasil.
8. Coba cek daftar client yang konek ke PPTP VPN Server nya pada hidangan PPP –> Interface. Banyaknya client yang konek akan muncul di list tersebut.
Jika ingin menambahkan user VPN nya, silakan buat lagi user di hidangan Secret dengan Remote Address yang berbeda. Jika ingin menciptakan satu user sanggup dipakai untuk banyak client, kita sanggup gunakan fitur IP Pool pada remote address nya. Cara nya akan aku share di lain kesempatan.
Read More

Pengertian Ip Pool Mikrotik Dan Penerapannya

IP Pool Mikrotik ialah salah satu fitur pada Mikrotik yang berfungsi untuk memilih range (rentang) IP Address yang sanggup dipakai pada DHCP Server maupun koneksi point-to-point (ppp). IP Pool mengelompokkan IP Address untuk keperluan lanjutan, menyerupai dukungan IP Address kepada client.
Kita sanggup mengakses fitur IP Pool Mikrotik ini pada sajian IP –> Pool pada Winbox, menyerupai pada gambar berikut ini :
Berikut ialah klarifikasi dari Parameter IP Pool Mikrotik :
  • Name : Nama dari IP Address Pool 
  • Addresses : Rentang (range) IP Address yang ingin digunakan, dengan format penulisan sebagai berikut, misal : 192.168.1.10-192.168.1.100.
  • Next Pool : Ketika IP Address yang di alokasikan pada IP Pool sudah habis, maka fitur Next Pool ini sanggup jadi solusi dengan memperlihatkan IP Address pada IP Pool lain nya, dengan syarat fitur Next Pool ini diaktifkan.
Contoh Penggunaan Fitur Next Pool :
Kita sanggup melihat IP berapa saja yang sudah dipakai oleh client dengan masuk ke Tab Used Addresses.
 
IP Pool Mikrotik sering dipakai pada DHCP Server untuk memebrikan IP Address secara otomatis pada Client baik via jaringan LAN maupun Wireless LAN. Selain itu juga sanggup dipakai pada Hotspot Mikrotik Server untuk memeberikan IP ke Hotspot Client. Begitu juga pada VPN Server menyerupai pada PPTP VPN Server Mikrotik.
Demikianlah pembahasan Tutorial Mikrotik ihwal Pengertian IP Pool Mikrotik dan Penerapannya. Semoga bermanfaat.
Read More

Setting Pptp Vpn Mikrotik Memakai Ip Pool

Bagaimana cara menciptakan Username PPTP VPN Mikrotik dapat digunakan oleh banyak user/client? Bisakah satu user VPN digunakan ramai-ramai oleh banyak user/client? Jawabannya tentu saja bisa. 
Disini aku akan share cara menciptakan user PPTP VPN Mikrotik dapat digunakan ramai-ramain oleh banyak user secara bersamaan dengan memanfaatkan fitur IP Pool Mikrotik
Apa itu IP Pool Mikrotik? Silakan baca mengenai Pengertian IP Pool Mikrotik dan Penerapannya disini.
Kaprikornus pada dasarnya kita akan memilih range IP Address yang akan digunakan sebagai Remote Address (IP yang diberikan ke user), nantinya tiap user/client yang login dengan satu username VPN itu akan diberikan IP Address yang ditentukan pada IP Pool ini.
Mari eksklusif kita simak saja :

Cara Membuat PPTP VPN Mikrotik Menggunakan IP Pool

1. Login ke Winbox Mikrotik
2. Buat IP Pool baru, masuk ke sajian IP –> Pool –> Klik tombol “+” 
3. Beri nama IP Pool nya pada kolom Name. Isikan range IP Address pada kolom Addresses. Misalnya range IP yang digunakan dari 10.10.10.10 hingga 10.10.10.100, maka dapat ditulis : 10.10.10.10-10.10.10.100. Contohnya ibarat gambar berikut :
4.  Sekarang kita setting di VPN Server nya. Masuk ke sajian PPP –> klik tab Profiles –> Tambahkan profile gres dengan klik tombol “+” –> Masukkan Data sebagai berikut :
  • Name : Nama Profile nya
  • Local Address : IP Address yang diberikan untuk VPN Server nya. Pastikan satu subnet dengan IP Pool yang tadi di buat, tapi diluar dari range IP Pool nya.
  • Remote Address : Pilih nama IP Pool yang tadi dibuat
Jika sudah klik OK.
5. Tambahkan user pada VPN Server Mikrotik –> Masuk ke Tab Secrets. Jika user sudah ada tinggal buka setting nya dan ganti profile nya dengan profile yang sebelumnya sudah dibuat. Contoh pembuatan User VPN nya ibarat pada gambar berikut :
6. Sebelum coba konek VPN nya, pastikan VPN Server nya sudah aktif. Untuk mengaktifkan PPTP VPN Server nya silakan baca Tutorial sebelumnya :
7. Sekarang dapat kita coba konek ke VPN nya dengan memakai user dengan profile gres tadi.Untuk cara konek ke PPTP VPN nya dapat baca Tutorial Mikrotik sebelumnya :
8. Kita dapat cek penggunaan user VPN pada sajian PPP –> Interface. Untuk cek IP Address yang diberikan ke client masuk ke sajian IP –> Address. Contoh di bawah ini satu user VPN Mikrotik digunakan oleh 3 Client dengan IP Address yang berbeda-beda (Remote Address).  
Read More